Arsip Kategori: CERPEN ISLAMI
DIATAS SAJADAH CINTA (KISAH ZAHID)
KOTA KUFAH terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa
40 Hari Berbuat Dosa
Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: “Wahai Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!”
Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang. Read the rest of this entry »
Setinggi Janji Serendah Cinta (promise as high as the lowest love)
Suara mesin yang menderu, sahut menyahut dari segala penjuru. Gerakan monoton yang ku kerjakan untuk mengecek ribuan kabel motor yang terus datang dari sebelah kananku. Hal yang membuat aku dihinggapi rasa kantuk yang tak tertahankan. Semalaman aku tak bisa tidur karena memikirkan dia. Rindu..mungkin itu yang aku rasakan. Read the rest of this entry »
Satu Hari di Rawamangun
07 November 2008
Hari ini libur kerja karena bertepatan dengan Tahun Baru 1432 Hijriyyah. Aku sudah berjanji kepada Ermah untuk menemaninya survey tempat ke daerah Rawamangun, dia mau mengikuti audisi sejenis model yang disponsori oleh Rabbani (ritel yang menjual busana muslim) .
Kami berangkat dari Tangerang sekitar pukul 10.00 WIB. Di pinggir jalan Benteng Betawi kami menunggu bus yang menuju Blok-M. Pada dasarnya kami belum tahu jalan menuju Rawamangun, Ermah memperoleh info menuju Rawamangun dengan menaiki bus kearah Blok-M kemudian turun di Slipi Bawah dari sana nanti ada bus yang menuju Rawamangun. Sekitar tiga puluh menit kami menunggu akhirnya bus Mayasari Ba Read the rest of this entry »
Dalam Gelap Ku Berharap (I hope in the dark)
Selasa, 26 Agustus 2008
“ Tuhan…berilah aku pekerjaan yang mapan. Yang gajinya besar. Namun tidak melupakan ibadah pada-Mu…”. Itulah doa yang selalu ku panjatkan kepada Tuhan yang Maha Mendengar dan Maha Kaya. Lalu mengapa aku belum dapat kerja?. Padaha l sudah ku sebar lamaran ke sepuluh tempat, aku juga tak lupa berdo’a. Do’a ku sudah blak-blakan. Sudah terang-terangan tanpa rasa malu dan sedikit memaksa, bahkan terkesan mengatur Tuhan agar Dia memberikan pekerjaan yang seperti ini…yang Read the rest of this entry »